Thursday, January 10, 2013

cry last one

Wishing all my feelings was gone

Nothing for me to do
Before I leave it all behind
I gotta put you out of my mind this time

I'm down to my last cry
I was here
You were there
we never could agree
Wishing all my feelings was gone
Gotta get over you

One last cry
Stop living a lie
I know I gotta be strong
Cause round me life goes on and on

 
Note : Part of Brian McKnight's One Last Cry lyric

Thursday, January 3, 2013

Words.

As much as I can remember I never actually post something so blunt. I used to play with words. And at the end people who read it try to guess what or who am I writing about.

Right now, I just want to write what inside the head. slightly what's going on with my mind.

It's been not the proudest moment of my life. In fact, I'm breaking into pieces. Fight hard to blink every tears prickling behind my eyelashes. But, on the other side, I finally learn something.

I learn something about silence. Words might hurt you, but unfortunately silence hurts even more. Actually I'm getting tired to count how many times I got shut down simply by silence. Though, they had one thing in common, suck. If I was the one to ask, silence suck even to the last bit. If it's me, I'd rather got hurt by the truth that being spoken then getting all silence. Floating around guessing what really happen. What did I do wrong.

But that's you. That's your problem and probably your lost. Me, on the other hand, learn the lesson. Quite the hard way. Because you, you, you and you who did shut me down with silence in the past, leaving me alone with my guilty mind, THANK YOU. You taught me to be tough. I used to cry, try to drain my tears. But I'm done. In the end, I choose to stand. I realize neither one of you worth crying for. Nevertheless, still, THANK YOU.

 

 

:)

Wednesday, January 2, 2013

stop.

After months of holding on to this one piece of paper

that I made just to picture the sense

the one that hold what exactly inside,

It finally reaches its end time

Either I want it or not

I have no reason to keep on holding

I have no reason to keep on believing

I have one perfect reason just to stop

One perfect silence to burn it all down

physically... mentally...

And it’s now

The truth? Only God knows how much it breaks me

Me, myself, don’t even know

Not until those flooding tears coming out

The good news, I have lots of wise words.

The bad news, those words are just words. For now.

But I know, one day I’ll find my way to those words

One day I’ll get connected with those words

And realize, I’m fine.

 

Friday, November 9, 2012

the one that won't go away

I predicted this

I had the clue

I knew one day I’d say

you are the one that got away

Prediction can’t stop me from doing it

neither from being hurt

nor from losing the precious

Now I have to pay the prize

The one that I don’t want to feel

The one that I don’t want to admit

It is the one that won’t go away

It perfectly stay.

Thursday, November 8, 2012

Quote (1)

People are often unreasonable and self-centered.

Forgive them anyway.

If you are kind, people may accuse you of ulterior motives.

Be kind anyway.

If you are honest, people may cheat you.

Be honest anyway.

If you find happiness, people may be jealous.

Be happy anyway.

The good you do today may be forgotten tomorrow.

Do good anyway.

Give the world the best you have and it may never be enough.

Give your best anyway.

For you see, in the end, it is between you and God.

It was never between you and them anyway.

 

-Mother Teresa-

 

 

Ps : taken from www.goodreads.com

Thursday, September 27, 2012

Untitled

Aku dan kamu pernah bersama. Kita pernah berbagi tawa. Kita pernah satu iya, satu kata. Kita pernah. Tapi kini kita berhenti di satu titik, dan menyadari kita memandang ke arah yang berlawanan. Berbeda pandang. Berbeda pendapat. Kita tidak lagi seiya, sekata. Mungkin karena kita tak lagi semudah dulu menyatukan kata. Mungkin kita masing-masing berubah dan menjauh. Mungkin karena aku yang tak pahami kamu. Mungkin karena kamu yang tak pahami aku. Mungkin kita memang pada akhirnya menyadari kita tak lagi saling mengisi. Mungkin.
Mungkin karena aku yang tak pernah menyampaikan sedikit pun padamu. Mungkin karena aku terbiasa menyimpan rapat. Mungkin karena aku lupa bagaimana harus berkata menyampaikan yang salah, yang tersesak.
Mungkin karena kamu?
Aku tak berniat memaparkan masing-masing salah. Aku hanya ingin mengakui dan menyampaikan maaf. Maaf karena aku belum cukup jadi pengaruh baik bagimu. Maaf karena aku hanya diam. Maaf karena di tengah perjalanan, kita berhenti saling paham. Aku ingin kamu bahagia. Aku ingin kamu tersenyum senang. Aku ingin kamu dapatkan yang lebih baik, yang terbaik.

Sunday, September 2, 2012

A letter.

Hai kamu, ..

Sebelum kamu mulai membaca dan terjebak di antara kata-kata, aku ingin kamu tahu aku tidak ada niat memaksa atau mengharapkan iba. Satu-satu nya yang aku lakukan hanyalah menyampaikan yang sekian lama tersimpan. Aku hanya ingin menepati janji yang pernah aku ciptakan. Janji kalau kamu akan tahu semua.

Terima kasih karna kamu sudah begitu pasrah ketika aku paksa membaca ini. Seandainya kamu tahu,  aku habiskan begitu banyak waktu yang aku punya untuk merangkai, menulis dan membulatkan tekad menyampaikannya kepadamu.  Seandainya kamu tahu, sudah cukup lama ini ingin aku sampaikan langsung kepada yang  berwenang, kamu. Seandainya kamu tahu, kamu yang belakangan bertahta di hati aku.

Ya. Dan sekarang pun kamu jadi tahu semua.

Tahta? Hati? Tenang, kamu tidak salah membaca setiap kata. Aku memang tidak pernah mengucapkan langsung di depanmu. Rasa ini hadir entah sejak kapan, entah untuk alasan apa. Bukan hanya kamu yang bertanya, aku pun  mungkin sudah lelah mencari jawaban. Aku pernah mencoba menutup rasa dan membiarkannya sendiri di salah satu pojok hati, berharap akan menguap dan pergi. Tapi rasa tak berminat untuk sedikit pun mengalah. Bahkan mengaku lelah pun tidak. Pada akhirnya aku yang menyerah dan membiarkan semua rasa  berjalalan begitu saja. Ya, pada akhirnya aku mengakui aku telah jatuh hati pada mu. Aku sayang kamu. Titik.

Maaf. Maaf karena aku belum bisa mengucapkan setiap kata ini langsung di hadapan kamu. Kamu tahu aku. Aku lebih cerdik menulis rangkaian kata  daripada mengucapkannya. Kamu tahu aku. Suara ini akan terdengar bergetar setiap kali aku gugup, dan menyampaikan semua ini kepada kamu melebihi tingkatan gugup. Maaf karena aku tidak bisa ada di samping ketika kamu membaca semua. Aku ingin. Aku mencoba berbagai cara. Aku tak juga berhasil. Maaf karena kejujuran aku kali ini mampu membuat kamu kehabisan kata lebih dari biasanya. Sejak awal aku hanya ingin menyampaikan rasa ini kepadamu, jadi aku tidak akan memaksa kamu untuk berkata.

Terima kasih buat semua waktu yang kamu pasrahkan untuk mendengar cerita dan keluh kesah aku. Mungkin masih akan ada gemuruh gerutu aku selama kamu masih pasrah. Tapi untuk semua yang sudah terjadi, terima kasih.

 

Aku.